RADIOMUARANETWORK –
Kehebohan sayembara berhadiah Rp 250 juta yang digelar oleh Gubernur Jawa Barat untuk memburu Taufik Hidayat (DPO kasus penganiayaan sadis Yuvita Tri Rezeki) rupanya melahirkan fenomena baru, yakni banyak warga yang mendadak jadi detektif amatir.
Nahasnya, semangat warga yang menggebu-gebu ini memakan “korban” salah alamat di Soreang, Kabupaten Bandung.
Insiden kocak sekaligus menegangkan ini dialami oleh seorang warga bernama Aditya Pratama Putra.
Di tengah hebohnya poster pencarian DPO di media sosial, Aditya yang sedang beraktivitas normal mendadak didatangi oleh seorang pria tak dikenal saat ia berada di sebuah gerai Alfamart.
Pria asing tersebut menatapnya penuh curiga dan terang-terangan menduga bahwa Aditya adalah sosok Taufik Hidayat, sang buronan bernilai seperempat miliar rupiah yang tengah diburu se-Indonesia.
Sadar wajahnya mengundang bahaya dan tak mau tiba-tiba digelandang warga ke kantor polisi (atau lebih parah, diamuk massa), Aditya langsung mengambil langkah preventif yang cepat.
Ia segera merekam dan mengunggah video klarifikasi ke media sosial untuk membersihkan namanya.
Dalam videonya, Aditya dengan tegas membantah bahwa dirinya adalah pria yang ada di dalam foto poster DPO tersebut.
Menariknya, dengan nada pasrah ia secara jujur mengakui bahwa postur dan wajahnya memang “rada mirip” (sedikit mirip) dengan sang pelaku biadab tersebut.
Namun, kemiripan wajah itu murni hanya kebetulan belaka.
“Wajah saya memang rada mirip, tapi saya tegaskan saya bukan orang yang ada di daftar pencarian (DPO) itu,” klarifikasi Aditya Pratama Putra.
Kejadian di Soreang ini adalah bukti nyata betapa kuatnya power of netizen ketika diiming-imingi hadiah ratusan juta rupiah.
Semua orang yang wajahnya sedikit mirip DPO kini harus ekstra waspada saat keluar rumah.
Bagi Kang Aditya, semoga klarifikasinya segera viral agar ia bisa kembali jajan di minimarket dengan tenang tanpa dicurigai sebagai buronan.
Dan bagi warga yang sedang semangat berburu hadiah sayembara, pastikan cek KTP dulu sebelum main tangkap orang di jalan.





