RADIOMUARANETWORK –
Mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1SP menggelar program Community Development “Pesanggrahan Berpijar” untuk masyarakat Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Minggu ( 21/06 ) di RPTRA Nusantara,Ulujami,Jakarta Selatan.
Program ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah yang masih sering dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Melalui rangkaian kegiatan pra acara, acara utama, dan pasca acara yang akan diselenggarakan.

Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan minyak jelantah sekaligus mengenal potensinya sebagai bahan baku produk ramah lingkungan bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi, sabun dan biodiesel.
“Sebagai mahasiswa, kami ingin berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai guna dari minyak jelantah. Kegiatan kami ini didukung oleh Bank Sampah Akademi Kompos dalam penerapan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan,” ujar Chrisyella Cysile Tanada, sebagai Ketua Pelaksana
Program ini diawali dengan kegiatan kampanye digital berbasis edukasi visual di media sosial. Selain itu, kampanye “Pesanggrahan Berpijar Goes To School” juga diadakan di SMK Perwira Jakarta dengan melibatkan lebih dari 70 siswa melalui edukasi interaktif guna membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak usia muda.
Puncak acara Pesanggrahan Berpijar berlangsung di RPTRA Nusantara, Ulujami, Jakarta Selatan. Diawali dengan konferensi pers yang menghadirkan Dr.Joe Harrianto Setiawan,M.Si.,selaku Head Of The Communication Studies Program, Mrs.Gabi Mariska Runtu M.I.Kom,Ms.Salsabila Andi Akil M.I.Kom,dan Kasie Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Subiyanto, SH.MM serta AuliatunnisaKamila selaku fasilitator Akkom ( Akademik Kompos ), dilanjutkan dengan workshop pengolahan minyak jelantah bersama Bank Sampah Akademi Kompos, dan edukasi mengenai proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna serta berbagai hasil olahannya akan disajikan melalui area exhibition yang dikemas dalam berbagai zona kreatif.

Sebagai penutup,dihadirkan booklet edukasi praktis pembuatan lilin aromaterapi dalam versi cetak maupun digital, serta kampanye berkelanjutan lewat User Generated Content (UGC) dan video rekap di Instagram demi menjaga konsistensi kesadaran lingkungan di masyarakat.
Melalui program ini, “Pesanggrahan Berpijar” diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak dan potensi pengelolaan minyak jelantah, tetapi juga menginspirasi lahirnya inisiatif pengelolaan limbah yang mampu memberikan manfaat lingkungan maupun nilai ekonomi bagi masyarakat.





