RADIOMUARANETWORK –
Jakarta, 18 April 2026 — Isu dampak industri fashion terhadap lingkungan kini semakin menjadi perhatian global. Menjawab hal tersebut, Dressponsible kembali hadir melalui Dressponsible Vol. 2, sebuah kampanye yang digagas oleh mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sustainable fashion.
Pada tahun ini, Dressponsible memperkuat langkahnya melalui kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf). Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam mendorong perubahan positif di industri fashion.
Dressponsible Vol. 2 juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyampaian edukasi yang inklusif dan kreatif, serta SDG 13 (Climate Action) dengan mengangkat isu dampak fast fashion terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Kampanye ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama. Pada tahap pre-event yang dimulai sejak 2 Maret 2026, Dressponsible memproduksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) sebagai media utama penyampaian pesan kampanye.
Aktivasi kemudian dilanjutkan melalui media sosial sejak 17 Maret 2026 secara kolaboratif bersama kanal resmi Ekraf untuk memperluas jangkauan audiens.
Puncak acara (main event) diselenggarakan pada 18 April 2026 di Museum Bank Indonesia, yang turut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan venue.
Rangkaian acara meliputi pemutaran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) sebagai inti kampanye, serta trunk show yang menampilkan karya dari tiga brand lokal, yaitu Adrie Basuki, Limittes, dan Arjun, yang mengusung nilai sustainable fashion.
Sebagai bentuk keberlanjutan kampanye, pada tahap post-event, Dressponsible akan memperluas distribusi pesan melalui penayangan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) di berbagai titik videotron di Jakarta bekerja sama dengan Disparekraf. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan masif.
Selain itu, dukungan dari Ekraf juga diwujudkan melalui kolaborasi publikasi di kanal resmi guna meningkatkan eksposur kampanye dan memperkuat pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Dosen pembimbing, Melvin Bonardo Simanjuntak, M.I.Kom, menyatakan,
“Iklan Layanan Masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian yang bersifat informatif, persuasif, dan edukatif. Harapannya, kampanye ini dapat mengubah perilaku masyarakat terhadap pola konsumsi berlebihan serta mendorong kebiasaan membeli pakaian secara lebih bijak, yang pada akhirnya berdampak positif bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan.”

Sementara itu, Plt Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Romi Astuti, menyampaikan apresiasinya,
“Saya sangat mengapresiasi hadirnya Dressponsible Vol. 2 sebagai ruang kolaborasi kreatif yang mengangkat isu sustainable fashion. Inisiatif ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan menuju pola konsumsi yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Direktorat Fesyen siap mendukung gerakan ini agar semakin luas dampaknya bagi industri dan masyarakat.”
Kolaborator lainnya, Kepala Museum Bank Indonesia, Rio Wardhanu, menambahkan,
“Museum berperan sebagai ruang terbuka yang menjembatani berbagai pihak untuk berdialog, berkreasi, dan bersinergi. Museum juga menjadi tempat menampung gagasan sekaligus katalisator berbagai isu relevan di masyarakat, selaras dengan semangat ICOM (International Council of Museums).
Dalam rangka pengembangan jejaring, Museum Bank Indonesia secara aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mendukung mahasiswa LSPR dalam penyelenggaraan Dressponsible Vol. 2.”
Melalui Dressponsible Vol. 2, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tergerak untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab serta mendukung praktik fashion yang berkelanjutan.




