RADIOMUARANETWORK –
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan tidak hanya meningkatkan permintaan terhadap produk pangan, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok serta mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
“Peningkatan permintaan terhadap produk pertanian, peternakan, dan perikanan berkualitas berdampak pada penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan merupakan bagian penting dalam keberhasilan program pemenuhan gizi,” ujar Sony dalam International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Food and Agriculture Organization pada Sabtu (28/3).
Berdasarkan data dari International Dairy Federation (IDF) 2023, lebih dari 160 juta anak di seluruh dunia telah memperoleh manfaat dari program susu sekolah (School Milk), khususnya melalui program makan di sekolah (School Meals Program) yang menyasar anak-anak sebagai kelompok utama. Hal ini menunjukkan pentingnya peran sektor peternakan, terutama komoditas susu, dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Di Indonesia, mayoritas peternak sapi perah masih didominasi oleh skala kecil hingga menengah dengan kepemilikan kurang dari 10 ekor sapi. Kondisi ini membuat mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap bibit unggul, pakan berkualitas, serta teknologi dan pengetahuan dalam pengelolaan peternakan yang efisien. Di sisi lain, industri pengolahan susu skala besar dituntut untuk terus menjaga kualitas sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku dari peternak lokal.
Sony menegaskan bahwa penguatan sektor peternakan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
“Kami melihat bahwa penguatan ekosistem peternakan, khususnya sapi perah, tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi susu nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Hal ini menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sony menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi industri peternakan yang berkelanjutan.
“Pemerintah terus mendorong efisiensi dan standardisasi kualitas. Namun, pada saat yang sama, perlu dipastikan bahwa peternak lokal mendapatkan dukungan, baik dari sisi akses teknologi, pembiayaan, maupun pendampingan. Dengan demikian, rantai pasok dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
*Biro Hukum dan Humas*
*Badan Gizi Nasional*





