RADIOMUARANETWORK –
Industri musik tanah air sedang marak menyala. Di tengah gempuran lagu viral serba instan yang mudah terlupakan, muncul satu nama yang membawa aroma imaji: CLOUDY. Bukan sekadar modal tampang atau suara merdu, musisi muda yang satu ini membawa “oleh-oleh” tak main-main dari benua biru, Eropa.
Setelah bertahun-tahun menempa diri di kerasnya pendidikan musik klasik di Berlin, Jerman, Cloudy memutuskan untuk pulang ke tanah air. Di balik prestasinya mempelajari komposisi Beethoven hingga Wagner, ia sempat merasa menjadi “orang asing” di negeri sendiri. Krisis Identitas di Balik megahnya Pendidikan Berlin “Jujur, saya sempat bingung. Di Eropa saya dianggap terlalu Asia, tapi pas balik ke sini, orang bilang saya kebarat-baratan,” ungkapannya.
Alih-alih minder, kegelisahan itulah yang justru ia tumpahkan menjadi energi kreatif. Cloudy mengaku sempat terjebak dalam tembok perfeksionisme akibat latar belakang klasiknya. Namun, setelah bersentuhan dengan energi musik Jakarta, akhirnya “pecah telur.” Ia menyadari bahwa musik bukan soal rumus, tapi soal bagaimana getaran rasa itu sampai ke hati dan jiwa pendengarnya.

Alkisah, Ketika di tanggal 14 Februari 2026! Saat orang sibuk dengan bunga dan coklat, Cloudy akan memberikan kado yang lebih permanen. Lewat karya perdananya, Cloudy membedah anatomi cinta dengan cara berkelas. Menariknya, lagu ini tidak hanya bicara soal asmara GenZ. Tapi berani menembus Cinta Lintas Generasi. “Saya pengen lagu ini jadi jembatan. pas anak muda denger, mereka bisa ngerasain pahit manisnya cinta. Buat yang dewasa, ini adalah nostalgia. “Anasir cinta dulu itu saling berbagi responsibility,'” tambahnya
SENTUHAN MUSIC PRODUCER YANG MATANG
Proyek ini memang tidak main-main. Di belakang layar, ada sosok Seno M. Hardjo yang menggandeng Nur Satriatama untuk Reproduced hits milik living legend Indonesia, Ari Lasso. Bighits “Arti Cinta” hadir Kembali di dengan fashion arransemen yang minimalis kekinian. “Kalo versi mas Ari kan galak Rock nya. Nah versi Cloudy kami buat akustik dan manis,” ujar Nur Satriatama alias Satrio Alexa.

Tentang remaked song ini, ternyata eksekutif produser Farida Wijanarko sendiri yang ketuk palu. “Lagu ini terngiang ngiang di kepala saya. Nah ini saja! Kan sudah banyak yang kenal pula,” ujar Farida yang mendirikan Prabawa Entertainment Indonesia, menaungi Cloudy berkarya. Gayung bersambut, Aquarius Pustaka Musik memberikan ijin pemakaian lagu karya Ricky Five Minutes dan Ari Lasso ini.
Karena Aquarius bertindak pula sebagai aggregator, Cloudy langsung submit karyanya “Arti Cinta”. “Syukurlah saya bisa bergabung di bawah label besar yang sudah menelorkan Dewa, Ari Lasso, BCL, dan banyak lagi.” Cloudy yang mengidolakan legenda seperti Chrisye, ingin membuktikan bahwa kualitas musisi lokal sebenarnya juga sejajar dengan world musician jika digarap dengan hati. Cloudy menjadi The Next Big Thing di industri musik Indonesia? Mari kita Amini .




