• BERANDA
  • RADIO NETWORK
    • Radio Muara Jakarta
    • Radio Muara DSS
    • Radio Muara Subang
    • Radio Muara Paranti
    • Radio Muara Citra Gantri
    • Radio Aditya
    • Radio Muara RPS
    • Radio Muara Cirebon
  • PROFIL
  • MUARA NEWS
  • ENTERTAINMENT
  • PRODUK
  • GALERI
  • CONTACTS PERSON
Kamis, Januari 1, 2026
Radio Muara Network
  • BERANDA
  • RADIO NETWORK
    • Radio Muara Jakarta
    • Radio Muara DSS
    • Radio Muara Subang
    • Radio Muara Paranti
    • Radio Muara Citra Gantri
    • Radio Aditya
    • Radio Muara RPS
    • Radio Muara Cirebon
  • PROFIL
  • MUARA NEWS
  • ENTERTAINMENT
  • PRODUK
  • GALERI
  • CONTACTS PERSON
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RADIO NETWORK
    • Radio Muara Jakarta
    • Radio Muara DSS
    • Radio Muara Subang
    • Radio Muara Paranti
    • Radio Muara Citra Gantri
    • Radio Aditya
    • Radio Muara RPS
    • Radio Muara Cirebon
  • PROFIL
  • MUARA NEWS
  • ENTERTAINMENT
  • PRODUK
  • GALERI
  • CONTACTS PERSON
No Result
View All Result
Radio Muara Network
No Result
View All Result
Home BUDAYA

Dari Diskusi Riang Gembira #Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Sesi 2, Perempuan Hebat di Industri Musik.

admin by admin
31 Desember 2025
in BUDAYA
0
Dari Diskusi Riang Gembira #Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Sesi 2, Perempuan Hebat di Industri Musik.
0
SHARES
2
VIEWS

RADIOMUARANETWORK –

Pada gelaran Diskusi Riang Gembira #Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Jilid 3 2025 yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Prof Hamka UHAMKA Jakarta berlangsung seru, dihadiri tidak kurang 15O peserta dari kalangan mahasiswa, komunitas ibu-ibu di Jabodetabek dan masyarakat umum.

Diskusi dibagi dua sesi, sesi pertama menghadirkan narasumber dari kalangan film seperti Dr. Yessy Gusman, Vinessa Ines dan Titin Setiawati Dosen UHAMKA dan komisioner Lembaga Sensor Film dipandu oleh Ratna Listy.

Meski sesi 2 berlangsung agak molor karena serunya acara pertama, namun antusias peserta tidak menurun. Semua itu karena peserta menunggu paparan narasumber dari pelaku industri musik seperti Yuyun George, Seksopon dan pemain flute kelas dunia dan Tellys Corliana Dekan FISIP UHAMKA. Diskusi sepi 2 dipandu oleh Nina Nugroho, desainer busana muslim kondang.

Diskusi dibuka dengan paparan Tellys Corliana, seorang akademisi yang telah lebih dari tiga dekade mengabdi di dunia pendidikan membuka diskusi dengan suara tenang, ia bercerita tentang perjalanan panjangnya sebagai dosen sekaligus ibu. “Saya jarang di rumah pada siang hari, tapi anak-anak melihat langsung bahwa perempuan bisa berperan lebih luas,” tuturnya. Dukungan suami dan anak-anak menjadi kekuatan yang membuatnya mampu bertahan hingga hari ini.

Baginya, bekerja di luar rumah bukanlah bentuk pengabaian terhadap keluarga. Justru sebaliknya, itu adalah cara memberi contoh. Anak-anaknya tumbuh dengan pemahaman bahwa perempuan tidak dibatasi ruang domestik semata, melainkan bisa hadir sebagai pribadi yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Meski banyak diluar rumah, suami dan anak-anak mendukung penuh karir saja sebagai dosen dan dekan. Anak-anak malah mengaku mendapat inspirasi dari kegiatan saya diluar rumah,” ujar Tellys tenang

Musik, Cinta Pertama yang Tak Pernah Ditinggalkan

Cerita berlanjut ke sosok lain yang tak kalah inspiratif: Yuyun George seorang musisi perempuan yang telah jatuh cinta pada musik sejak usia belia. Sejak pertama kali memegang saksofon, ia tahu bahwa musik adalah bagian dari hidupnya. Puluhan tahun berlalu, panggung demi panggung telah ia lewat dari ruang kecil hingga forum internasional.

“Musik itu separuh jiwa saya,” katanya. Ia mengaku tak pernah sekalipun berniat berhenti, bahkan ketika usia tak lagi muda. Rahasianya sederhana: konsistensi dan keluarga yang selalu mendukung. Studio kecil di rumah sebagai bentuk dukungan keluarga untuk karirnya dan menjadi saksi bagaimana passion yang dirawat dengan cinta mampu bertahan melampaui waktu.” Papar Yuyun bangga.

Yuyun mengaku sebagai musisi yang selama ini didominasi laki-laki, ia sempat diragukan. Namun alih-alih menyerah, kritik dan tekanan justru ditempatkannya sebagai bahan bakar. “Kalau mau dihargai, dan meraih impian jadilah pemusik yang profesional,” ujarnya tegas.

Ibu, Sahabat, dan Penjaga Arah

Diskusi ini juga menyingkap sisi lain yang sering luput dibicarakan: peran ibu dalam membentuk karakter dan keberanian anak. Adalah Jane Callista, seorang penyanyi muda mengungkapkan bahwa ibunya bukan hanya orang tua, tetapi sahabat, pengingat, sekaligus penuntun. “Di depan, Mama memberi contoh. Di belakang, Mama menjaga,” katanya tegas.

Jane mengakui kalau karirnya bukan kemauan orang tua, lazimnya orang tua yang sering menginginkan anaknya menjadi sesuatu tanpa memikirkan bakat sang anak.

“Mamah saya nggak tahu, kalau saya bisa menyanyi, karena saya nggak pernah menunjukan secara langsung. Saya menyanyi di kamar atau diluar rumah, makanya orang tua nggak tahu kalau saya bisa bernyanyi,” ujar Jane Callista.

Tapi kata Jane, begitu mengetahui kalau putrinya memiliki bakat dibidang tarik suara, “Mamih mendukung penuh, hingga saya bisa berada disini. Karena berkat dukungan mamih, makasih mamih. I Love you mam,” kata Janne callista sambil tersenyum

Dukungan sejak kecil itulah yang membuatnya berani melangkah ke panggung dunia dan memandang bakat sebagai amanah. Musik, baginya, bukan sekadar prestasi, melainkan cara memberi makna dan manfaat bagi orang lain.

Era Digital: Ruang Baru, Tantangan Baru

Di tengah arus digitalisasi, para pembicara sepakat bahwa teknologi telah membuka pintu lebar bagi perempuan untuk tetap berkarya. Dari pendidikan hingga industri kreatif, ruang-ruang baru lahir melalui layar gawai.

Namun, ada catatan penting yang disampaikan: dunia digital juga menyimpan risiko, terutama bagi perempuan. Kekerasan dan tekanan di media sosial masih menjadi ancaman nyata. Karena itu, literasi digital dan kepekaan nurani menjadi bekal utama agar teknologi tetap menjadi alat, bukan jebakan.

Perempuan dan Warisan Keteladanan

Diskusi ini yang dukung Kementerian Kebudayaan RI, UHAMKA, FISIP UHAMKA, Le Lagoon, Humble Baker, Project 69, Nina Nugroho, Nana Mardiana Production, Mata Langit, KEMALA, SAE, RAL, Proaktif Musik dan Divia Production bukan sekadar ruang berbagi pengalaman, tetapi juga perenungan bersama. Tentang bagaimana seorang ibu, lewat pilihan hidupnya, mewariskan nilai kepada anak-anak. Tentang bagaimana perempuan, dengan segala perannya, mampu menciptakan dampak yang jauh melampaui dirinya sendiri.

Di akhir acara, satu pesan mengemuka: setiap perempuan memiliki talenta yang dititipkan Tuhan. Ketika talenta itu dijalani dengan kesungguhan dan dibagikan dengan niat baik, ia akan tumbuh menjadi inspirasi—bagi keluarga, bagi masyarakat, dan bagi generasi yang akan datang.

Tags: Dari Diskusi Riang Gembira #Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Sesi 2Perempuan Hebat di Industri Musik.
Previous Post

Copet Beraksi, Konser Musik di TVRI Batal Digelar

Next Post

Hadirkan Nuansa Ceria Tentang Cinta, Band Pop Asal Bogor “Billkiss” Rilis Single “Maunya Kamu”

Next Post
Hadirkan Nuansa Ceria Tentang Cinta, Band Pop Asal Bogor “Billkiss” Rilis Single “Maunya Kamu”

Hadirkan Nuansa Ceria Tentang Cinta, Band Pop Asal Bogor "Billkiss" Rilis Single "Maunya Kamu"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. Radio Musik Asyik Nusantara
Office : Jl. Cipinang Baru Timur No 15
Rawamangun, Jakarta Timur, 13420

Menu Lainnya

Temukan Kami

Facebook Instagram Youtube Whatsapp

Download

Radio Muara © 2023 All Right Reserved.

Copyright © 2023 -.
All Rights Reserved.
Made with ❤by Radiomuaranetwork

Home

Profil

Radio Network

News

Rate

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • RADIO NETWORK
    • Radio Muara Jakarta
    • Radio Muara DSS
    • Radio Muara Subang
    • Radio Muara Paranti
    • Radio Muara Citra Gantri
    • Radio Aditya
    • Radio Muara RPS
    • Radio Muara Cirebon
  • PROFIL
  • MUARA NEWS
  • ENTERTAINMENT
  • PRODUK
  • GALERI
  • CONTACTS PERSON

© 2023