RADIOMUARANETWORK –
Menyambut hari musik nasional yang jatuh pada 09 Maret nanti, sejumlah pelaku industri musik lintas generasi seperti Connie Constantia, Tony TSA, Oleg Sanchabakhtiar, Gideon Momongan, Firdaus Fadlil, Jimmy Turangan, Liza Maria, serta Erby Dwitoro menggelar diskusi bertajuk “Beda Masa Satu Rasa” di CC Cafe at Nancy’s Place kawasan Ampera,Jakarta Selatan pada Kamis ( 05/03 ). Diskusi ini juga menampilkan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai keynote speaker serta musisi dan produser Harry Koko Santoso termasuk komposer dan konduktor ternama Addie MS.
Acara yang digagas oleh komunitas Cita Svara Indonesia (CSI) ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar pelaku musik sekaligus menjaga kesinambungan nilai dan identitas musik nasional.Diskusi ini tentunya juga menjadi ruang pertemuan bagi para musisi, produser, hingga pegiat industri kreatif untuk membicarakan dinamika dan masa depan ekosistem musik Indonesia di tengah perubahan era.

Melalui forum “Beda Masa Satu Rasa”, para pelaku industri berharap dialog lintas generasi ini dapat melahirkan gagasan baru yang memperkuat solidaritas antar musisi sekaligus mendorong musik Indonesia semakin bergaung di panggung dunia.Forum ini sekaligus menjadi momentum perkenalan Cita Svara Indonesia kepada publik dan media.
Organisasi yang didirikan oleh Harry Koko Santoso, Peter F. Momor, dan Connie Constantia, yang merupakan pelaku musik aktif sejak era 1980–1990-an. CSI hadir sebagai wadah sinergi bagi para pelaku industri musik untuk mendukung pengembangan potensi musik Indonesia sebagai kekuatan budaya sekaligus industri kreatif.Selain mendorong kolaborasi antar musisi, komunitas ini juga ingin memperkuat posisi musik nasional sebagai bagian dari kedaulatan budaya dan ekonomi Indonesia

Dipandu oleh Lodewyk Ticoalu sebagai moderator, Wamenbud Giring Ganesha dalam pemaparannya menyoroti perubahan besar dalam industri musik akibat perkembangan teknologi digital. Menurutnya, musisi masa kini tidak hanya dituntut menciptakan karya, tetapi juga memahami ekosistem industri secara lebih luas. Menurutnya, musik tidak hanya bicara soal siapa penciptanya atau siapa penyanyinya. Seorang artis atau band harus memahami banyak hal, mulai dari bisnis musik, storytelling karya, hingga memaksimalkan media sosial.
Giring juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem musik nasional yang sehat. Menurutnya, pengembangan industri musik tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak, mulai dari sektor ekonomi kreatif, regulasi hak kekayaan intelektual, hingga sektor pariwisata.




