RADIOMUARANETWORK –
Pemerintah RI melalui menteri agama Nasaruddin Umar secara resmi mengumumkan hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H di hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Selasa ( 17/02 ) malam.
Dari 96 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia, mayoritas mengaku belum melihat hilal ( tanda – tanda awal Ramadhan ) . Ada beberapa titik ketinggian hilal masih 1 derajat, sedang di beberapa titik justru dibawah 1 derajat.
Berdasar laporan petugas dari 96 titik tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan bulan sya’ban digenapkan menjadi 30 hari ( pada 18/02 ). Berarti, 1 Ramadhan 1447 H dipastikan jatuh pada 19 Februari 2026. Menteri agama pun meminta agar umat Islam saling menghormati,dapat menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keharmonisan umat beragama terutama akan adanya perbedaan penentuan awal Ramadhan 1447 H.
Seperti diketahui, menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 H PP Muhammadiyah jauh – jauh hari sudah menentukan awal Ramadhan 2026 jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan adanya perbedaan 1 Ramadhan 1447 H ini, kemungkinan Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal 1447 H dirayakan secara bersamaan. Namun, masyarakat pun tetap diminta untuk menunggu hasil keputusan pemerintah melalui sidang isbat.





